UNICEF Indonesia’s Post

Indonesia telah membuat kemajuan signifikan dalam menangani masalah gizi anak. Namun, kini Indonesia menghadapi tantangan baru, obesitas pada anak. Laporan terbaru UNICEF “Feeding Profit" menyoroti tren terkini dan menyerukan aksi di tingkat nasional dan global. Di Indonesia, terdapat kemajuan dalam menurunkan angka kelebihan berat badan pada anak-anak di bawah usia 5 tahun, dari 8% menjadi 3% antara tahun 2007 hingga 2024. Namun, pada anak usia 5 sampai 19 tahun, angka kelebihan berat badan justru meningkat tiga kali lipat sejak tahun 2000, yang mencerminkan perubahan lingkungan pangan dan kebiasaan makan anak-anak. Laporan global ini juga menampilkan hasil riset yang dipimpin oleh UNICEF Indonesia mengenai pemasaran makanan tidak sehat, yang dirilis pada tahun 2025. Studi ini menganalisis praktik pemasaran dari 20 merek makanan terkemuka, dan menemukan bahwa 85% dari produk yang dipromosikan tidak sesuai untuk anak-anak berdasarkan ambang batas gizi WHO. Perkembangan pesat supermarket dan toko serba ada juga meningkatkan akses terhadap makanan ultra-proses, dengan 9 dari 10 remaja melaporkan sering membeli camilan kemasan yang tidak sehat. UNICEF Indonesia bekerja sama dengan Pemerintah dan mitra, termasuk sektor swasta, untuk: ✅ Menghasilkan bukti terkait praktik pemasaran, pelabelan, dan perilaku konsumsi yang tidak sehat ✅Memperkuat regulasi pemasaran makanan ✅Meningkatkan standar pelabelan dan makanan di sekolah ✅Mendukung praktik menyusui dan pola makan sehat ✅Melibatkan anak-anak dan remaja dalam pendidikan gizi dan perubahan perilaku Baca laporan globalnya di sini 👉 https://lnkd.in/gMkBiYqt Baca studi UNICEF Indonesia tentang pemasaran makanan tidak sehat di sini 👉 https://shorturl.at/L8IJv #UntukSetiapAnak #ForEveryChild

  • No alternative text description for this image
  • No alternative text description for this image

To view or add a comment, sign in

Explore content categories